Desa Benawai Agung, Kecamatan Sukadana, menjadi pusat perhatian dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan Verifikasi 3 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang diinisiasi oleh Puskesmas Sukadana.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan program STBM di desa tersebut dan memastikan pencapaian target pembangunan sanitasi yang sehat dan berkelanjutan. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM): Apa dan Mengapa Penting?
STBM adalah pendekatan nasional yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sanitasi melalui pemberdayaan komunitas. Program ini berfokus pada lima pilar utama, yaitu:
Dalam konteks verifikasi 3 pilar, fokus utama adalah memastikan implementasi Stop BABS, CTPS, dan pengelolaan air minum yang memenuhi standar kesehatan.
Proses Verifikasi di Desa Benawai Agung Kegiatan verifikasi dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan tim dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Sukadana, perangkat desa, kader kesehatan, serta masyarakat setempat.
Beberapa langkah yang diambil meliputi:
- Pendataan Rumah Tangga: Mengecek ketersediaan jamban sehat, fasilitas cuci tangan, dan akses air bersih di setiap rumah tangga.
- Observasi Lapangan: Mengidentifikasi titik-titik yang sebelumnya menjadi lokasi kebiasaan BABS dan memastikan perubahan perilaku masyarakat.
- Diskusi dan Edukasi: Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga sanitasi untuk mencegah penyakit menular seperti diare, tifus, dan infeksi kulit.
- Evaluasi Posyandu dan Kader STBM: Mengukur efektivitas peran kader dalam mengedukasi masyarakat dan mendukung perubahan perilaku.
Hasil dan Capaian
Dalam verifikasi ini, Desa Benawai Agung menunjukkan progres yang signifikan. Berdasarkan hasil penilaian, mayoritas rumah tangga telah memiliki fasilitas jamban sehat, sementara kebiasaan cuci tangan pakai sabun juga semakin membudaya. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah pengelolaan limbah cair rumah tangga, namun pemerintah desa berkomitmen untuk menyediakan solusi melalui program lanjutan.
Perwakilan Dinas Sukadana, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kerja keras masyarakat desa. "Kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan gotong-royong dan edukasi yang tepat, perubahan perilaku dapat diwujudkan. Kami akan terus mendampingi desa hingga lima pilar STBM dapat sepenuhnya tercapai," ujarnya.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan Verifikasi 3 Pilar STBM ini, diharapkan Desa Benawai Agung dapat menjadi desa mandiri yang sepenuhnya terbebas dari praktik buang air besar sembarangan, dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya sanitasi yang baik, tidak hanya di level individu tetapi juga komunitas.
Pemerintah desa dan Puskesmas Sukadana diharapkan terus berkolaborasi untuk mengatasi tantangan yang masih ada, seperti pengelolaan limbah dan penyediaan air bersih yang merata. Lebih jauh, Desa Benawai Agung diharapkan dapat menjadi contoh sukses yang menginspirasi desa-desa lain untuk mengadopsi pendekatan STBM, sehingga menciptakan kawasan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. Kesinambungan program ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian target nasional dan global, termasuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang kesehatan dan sanitasi.
Kesimpulan
Kegiatan Verifikasi 3 Pilar STBM di Desa Benawai Agung menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat mampu membawa perubahan positif yang nyata. Program ini bukan hanya soal memenuhi target, tetapi juga tentang menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan capaian yang terus meningkat,
Desa Benawai Agung semakin mendekati visinya menjadi desa percontohan sanitasi berbasis masyarakat. Langkah ini membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari komunitas kecil yang bersatu dan berkomitmen. Diharapkan, keberhasilan ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk menjalankan program serupa demi mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.